Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop) memastikan koperasi di seluruh Indonesia tetap berperan aktif dalam pemulihan ekonomi dan sosial pascabencana di wilayah Sumatra melalui Gerakan Koperasi Peduli Bencana Sumatra.
Komitmen tersebut disampaikan Menteri Koperasi dan UKM Ferry Juliantono dalam Rapat Koordinasi Percepatan Intervensi Transisi Pemulihan Pascabencana Sumatra di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Jakarta, Jumat (2/1).
Ferry menyebutkan, bencana alam berdampak pada sejumlah koperasi di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Di Sumatra Utara, banjir dan tanah longsor menyebabkan kerugian koperasi mencapai Rp37,72 miliar. Selain itu, sembilan koperasi mitra LPDB turut terdampak dengan total kerugian Rp20,66 miliar.
Untuk meringankan beban koperasi terdampak, Kemenkop bersama Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) menetapkan kebijakan restrukturisasi pembiayaan melalui pemberian masa tenggang serta perpanjangan tenor hingga 60 bulan, disertai pemantauan berkelanjutan.
Selain restrukturisasi, Kemenkop menyalurkan bantuan kemanusiaan melalui Gerakan Koperasi Peduli Bencana Sumatra dengan total donasi Rp1,86 miliar. Bantuan mencakup berbagai kebutuhan dasar masyarakat terdampak.
Sebagai tindak lanjut, Kemenkop akan mendirikan posko pemulihan di Aceh Tamiang, Tapanuli Tengah, dan Agam untuk mendukung distribusi bantuan sekaligus mengaktifkan kembali usaha koperasi. Kemenkop juga menekankan pentingnya pendataan pascabencana yang akurat agar pemulihan berjalan cepat dan tepat sasaran.
Ke depan, Kemenkop akan memprioritaskan pendampingan usaha dan penguatan kelembagaan koperasi agar kembali berperan sebagai penggerak ekonomi masyarakat di wilayah terdampak.
Sumber MediaIndonesia.com
