Krisis Politik Venezuela Dorong Kenaikan Harga Emas dan Perak Global

Krisis Politik Venezuela Dorong Kenaikan Harga Emas dan Perak Global

Harga emas dan perak global menguat seiring meningkatnya minat investor terhadap aset aman. Permintaan logam mulia naik di tengah memburuknya risiko geopolitik setelah Amerika Serikat menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro.

Harga emas spot naik hingga 2,1 persen pada Senin (5/1) dan menembus level US$4.420 per troy ons. Sementara itu, harga perak melonjak lebih tajam sebesar 4,8 persen.

Presiden AS Donald Trump menyatakan negaranya berencana mengendalikan Venezuela usai menyingkirkan Maduro. Pernyataan tersebut menambah ketidakpastian terhadap masa depan pemerintahan negara Amerika Selatan itu. Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio juga menegaskan Washington akan menggunakan pengaruh di sektor minyak untuk mendorong perubahan lanjutan.

Kepala riset MKS Pamp SA, Nicky Shiels, menilai pasar kini harus menilai ulang risiko geopolitik secara lebih luas. Investor tidak hanya melihat Venezuela, tetapi juga ketidakpastian kebijakan dan kekuatan militer AS.

Harga emas sebelumnya mencatat kinerja tahunan terbaik sejak 1979 dengan sejumlah rekor baru. Kenaikan tersebut ditopang pembelian bank sentral, arus dana masuk ke ETF emas, serta tiga kali pemangkasan suku bunga The Fed.

Analis Pepperstone Group Ltd., Ahmad Assiri, menyebut ketegangan di Venezuela menambah latar belakang risiko global. Ia memperkirakan investor Amerika Latin akan semakin agresif mendiversifikasi aset ke emas.

Sejumlah bank besar juga masih memproyeksikan kenaikan harga emas tahun ini. Goldman Sachs memperkirakan harga emas berpotensi naik hingga US$4.900 per troy ons, seiring peluang pemangkasan suku bunga lanjutan oleh The Fed.

Di sisi lain, risiko jangka panjang ekonomi AS akibat lonjakan utang federal turut menopang harga emas. Mantan Menteri Keuangan AS Janet Yellen menilai tekanan fiskal dapat mendorong bank sentral mempertahankan suku bunga rendah.

Harga perak mencatat penguatan yang lebih besar dibanding emas sepanjang tahun lalu. Selain faktor safe haven, perak juga diuntungkan oleh kekhawatiran potensi tarif impor AS terhadap logam olahan tersebut.

Sumber MediaIndonesia.com