Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan akan menanggung biasa pengobatan korban mobil pengantar Makan Bergizi Gratis (MBG) tabrak SDN Kalibaru 01, Cilincing, Jakarta Utara. Hal itu dikatakan Wakil Kepala BGN Nanik S.Deyang.
Hingga saat ini, tercatat ada 21 korban luka baik dari murid maupun guru. “Semua (biaya pengobatan) ditanggung BGN,” kata Nanik S.Deyang kepada Liputan6.com, Kamis (11/12).
BGN telah menerima laporan bahwa 19 korban yang mengalami luka-luka dirawat di RSUD Cilincing dan RSUD Koja Jakarta Utara. Nanik menuturkan belum ada korban yang meninggal dunia atas kejadian tersebut.
“Info sementara belum ada yang meninggal dunia, 19 korban dirawat di RS,” jelas Nanik.
Pramono Ungkap Kronologi
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkap ada 21 korban luka akibat insiden tersebut. 21 orang berasal dari guru dan murid.
“Tercatat 21 korban, 5 di rawat di RS koja 1 guru dan 4 murid dan 16 korban di rawat di RSUD Cilincing,” ujar Pram kepada wartawan di RSUD Koja, Jakarta Utara.
Pram mengungkap kronologi kejadian yakni sopir mobil MBG menerobos gerbang sekolah. Padahal saat itu gerbang dalam posisi tertutup. Usut punya usut, sopir yang mengendarai mobil adalah yang tidak biasa.
“Sopirnya ganti. Mobil masuk dengan kecepatan tidak terkendali, padahal pintu sekolahnya tertutup rapat,” ungkapnya.
“Saya sudah sampaikan ke pada 2 direktur RSUD termasuk kepada kepala dinas kesehatan DKI jakarta, biaya seluruhnya ditanggung Pemrov DKI Jakarta.”
Sumber Merdeka
