Viral Pasutri Korban Banjir Aceh Jalan Kaki Tanpa Makan hingga Istri Pingsan, Bikin Pilu Warganet

Viral Pasutri Korban Banjir Aceh Jalan Kaki Tanpa Makan hingga Istri Pingsan, Bikin Pilu Warganet

Sebuah video yang memperlihatkan perjuangan memilukan pasangan suami istri (pasutri) korban banjir Aceh Tamiang viral di media sosial. Dalam video itu terlihat seorang suami menggendong istrinya yang pingsan di tengah gelapnya genangan banjir. Momen haru sekaligus memprihatinkan ini direkam di wilayah Aceh Tamiang yang menjadi salah satu daerah paling terdampak banjir.

Video tersebut pertama kali diunggah oleh akun Instagram @bayugawtama dan langsung menyita perhatian publik. Dalam unggahannya, Bayu menunjukkan kondisi kemanusiaan yang begitu menyayat hati di tengah bencana.

“Warga Aceh Tamiang pingsan kelelahan dan lapar,” tulisnya dalam keterangan video.

Jalan Kaki Belasan Kilometer hingga Lemas dan Pingsan

Menurut keterangan Bayu, wanita tersebut kehilangan kesadaran setelah menempuh perjalanan kaki belasan kilometer melawan arus banjir tanpa sempat makan. Dalam situasi gelap sekitar pukul 21.30 WIB pada 1 Desember 2025, wanita penyintas banjir itu tumbang karena kelelahan ekstrem dan kelaparan.

Melihat kondisi istrinya, sang suami dengan sigap menggendongnya di punggung sambil terus mencari bantuan. Tak berselang lama, tim relawan yang berada di lokasi segera bergerak membantu.

Wanita itu kemudian dievakuasi menggunakan perahu karet menuju lokasi aman untuk mendapatkan penanganan medis dan bantuan logistik. Peristiwa ini menggambarkan betapa beratnya perjuangan warga Aceh Tamiang yang masih kesulitan bertahan dan mengungsi akibat banjir.

Video tersebut telah ditonton lebih dari 851 ribu kali dan mendapat banyak simpati dari warganet.

Beberapa komentar warganet antara lain:

  • “Kok bisa mereka tutup mata, tidur di rumah hangat, makan makanan enak, sedangkan mereka ini…” tulis akun @diilll27.
  • “Ya Allah, beri mereka kekuatan dan kesabaran…” komentar @noerayni090580.
  • “Lindungi mereka, cukupkan kebutuhannya, semoga bencana segera reda…” tambah @pangrasawise.

Konfirmasi Relawan: Kronologi Lengkap Peristiwa

Wolipop mengonfirmasi langsung kepada Bayu Gawtama (50), relawan yang merekam momen tersebut. Bayu, yang berasal dari Jakarta dan tinggal di Depok, mengungkapkan bahwa ia telah berada di Medan sejak 26 November untuk memberikan bantuan makanan sebelum menembus Aceh Tamiang.

Ia dan timnya baru berhasil masuk pada 1 Desember 2025 setelah beberapa kali terhalang akses.

“Mulai jam 6 sore sampai tengah malam kami baru bisa masuk sampai daerah Seumadam,” ujar Bayu melalui pesan WhatsApp.

Perjalanan menuju lokasi bencana sangat sulit karena jalur terputus dan dipenuhi truk yang tertahan hingga 2 kilometer sebelum perbatasan Sumatera Utara–Aceh.

Bayu menambahkan bahwa banjir sudah mencapai kedalaman 50–90 cm di beberapa titik, membuat banyak warga terjebak dan harus menyeberang dengan risiko tinggi.

“Kami bantu evakuasi dengan perahu. Ada perempuan dan balita,” paparnya.

Dalam perjalanan itu, tim Bayu bertemu sejumlah warga yang kondisi fisiknya sangat memprihatinkan. Mereka berjalan kaki puluhan kilometer tanpa makan nasi selama empat hari, hanya bertahan dengan tiga kali mie instan dalam sepekan.

“Mereka kelaparan dan kelelahan,” ungkap Bayu.

Termasuk pasangan suami istri yang viral tersebut.

“Setelah kami bantu naik perahu dan menuju titik yang agak surut, mereka kembali berjalan kaki. Lalu istrinya pingsan,” jelasnya.


Minim Bantuan, Akses Sulit Ditembus

Saat ini Bayu masih berada di Medan untuk kembali membeli logistik yang akan dikirim ke Aceh Tamiang.

“Di Tamiang nyaris belum ada bantuan masuk. Semua hal dibutuhkan: makanan, air bersih, listrik, internet, kebutuhan bayi, tim medis, obat-obatan,” ujarnya.

Peristiwa viral ini diharapkan dapat menarik perhatian lebih banyak pihak agar segera mengirimkan bantuan bagi warga Aceh Tamiang yang masih bertahan dalam kondisi darurat.

Sumber Detik.com