Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono, menegaskan bahwa Kementerian Pertanian bergerak cepat memulihkan lahan pertanian yang terdampak banjir di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Pemerintah telah menyiapkan langkah tanggap darurat dan program rehabilitasi agar petani bisa segera kembali berproduksi.
“Kita sangat berduka dengan bencana yang menimpa saudara-saudara kita di Sumatra. Namun pemerintah bergerak cepat. Tugas kita di Kementan adalah merehabilitasi lahan pertanian dan memastikan petani tidak dirugikan. Mereka harus mendapat bantuan yang semestinya, lahan diolah kembali, bisa tanam lagi, panen lagi, dan menjalani hidupnya seperti semula,” ujar Sudaryono, Rabu (10/12).
Berbagai Bantuan Presiden
Ia menjelaskan bahwa berbagai bantuan telah disiapkan sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto. Bantuan tersebut mencakup benih, alat dan mesin pertanian, serta dukungan modal melalui KUR. Selain padi, pemerintah juga menyalurkan bantuan untuk komoditas lain seperti jagung dan ternak.
Menurut Sudaryono, prioritas utama saat ini adalah menangani lahan yang rusak parah. Ia menyebut sekitar 40 ribu hektare lahan pertanian terdampak banjir di tiga provinsi tersebut. Dari jumlah itu, sekitar 4.500–5.000 hektare mengalami puso dan harus mendapatkan penanganan segera.
“Kita hitung semua lahan yang terdampak, terutama puso yang menjadi prioritas. Banyak petani yang sudah hampir panen tetapi gagal panen, dan itu harus kita bantu,” jelasnya.
Untuk itu, jajaran Kementan telah diterjunkan ke lapangan untuk memastikan seluruh bantuan tersalurkan dengan baik. Penyuluh serta dinas pertanian daerah diminta aktif mendampingi petani agar proses pemulihan berjalan optimal.
Sebelumnya, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman meninjau langsung wilayah terdampak banjir di Tapanuli Tengah, Sumatra Utara, pada Rabu (3/12). Dalam kunjungan tersebut, ia melihat kondisi sawah yang rusak dan berdialog dengan para petani.
Amran menegaskan bahwa pemerintah pusat mengambil alih seluruh proses pemulihan. Dukungan diberikan sesuai kondisi lahan di setiap lokasi. Untuk lahan yang rusak berat, pemerintah akan membangun kembali sawah, menyediakan benih, dan menyalurkan alat pertanian. Sementara lahan yang tidak terlalu rusak tetap akan menerima bantuan sarana produksi dan alsintan sesuai kebutuhan.
“Pemerintah membangun kembali sawah yang rusak dan mengirim peralatan serta benih gratis. Sawah akan kami pulihkan sampai siap tanam dan diserahkan kembali kepada pemiliknya,” tegas Amran.
Sumber MediaIndonesia.com
