Jakarta: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) terpantau bergerak fluktuatif hari ini, Kamis (27/11/2025). IHSG di buka di area hijau di level 8.611 setelah kemarin menembus rekor baru di level 8.602.
Namun beberapa saat kemudian IHSG bergerak turun ke zona merah. Pada pukul 11.00 WIB IHSG turun ke level 8.553.
“IHSG Rabu kemarin mencapai level tertinggi sejalan dengan sentimen positif global,” kata Ekonom Mirae Asset Sekuritas, Rully Arya Wisnubroto. Mayoritas indeks bursa-bursa saham Asia Pasifik kemarin menguat, didorong oleh ekspektasi pemangkasan suku bunga the Fed.
Indeks saham di Asia yang menguat kemarin antara lain Nikkei, Jepang dan KOSPI, Korea Selatan. kenaikannya cukup signifikan, masing-masing sebesar 1,9 persen dan 2,7 persen.
Menurut Rully, probabilitas pemangkasan suku bunga the Fed sebesar 25 basis poin melonjak tajam. Semula probabilitasnya hanya 30 persen, sekarang menjadi menjadi 80-84 persen.
Rapat the Fed atau Federal Open Market Committee (FOMC) akan berlangsung pada 10 Desember mendatang. Bank Sentral AS akan menyampaikan pandangannya tentang perkembangan ekonomi AS dan kebijakan suku bunganya.
Sementara itu Tim Analis BNI Sekuritas memperkirakan IHSG hari ini melemah terbatas hari ini. “IHSG akan bergerak di level support 8.530-8.570 dan level resistansi di 8.640-8.670,” kata Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman.
Menurutnya, perdagangan saham pada Rabu kemarin masih diwarnai net sell (jual bersih) asing sebesar Rp506 miliar. Saham yang paling banyak dijual asing adalah BBRI, BBCA, SMGR, BUMI dan FILM.
