Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan komitmen Polri dalam mendukung program prioritas pemerintah, yakni swasembada pangan. Salah satu kontribusi nyata dilakukan melalui fasilitasi lahan pertanian jagung di berbagai daerah.
Listyo menyampaikan, Polri telah memfasilitasi penyediaan lahan jagung seluas 1,37 juta hektare. Dari jumlah tersebut, sekitar 651 ribu hektare telah tertanami. Adapun target penanaman pada 2026 ditetapkan sebesar 522 ribu hektare.
“Salah satu program prioritas Presiden adalah swasembada pangan. Polri ikut berkontribusi dengan memfasilitasi lahan untuk penanaman jagung,” ujar Listyo dalam rapat Komisi III DPR di Jakarta, Senin (26/1).
Ia menjelaskan, produksi jagung yang dihasilkan, khususnya untuk pakan ternak, telah mencapai 3,57 juta ton. Program ini melibatkan 30.548 kelompok tani di tingkat kabupaten dengan total sekitar 602 ribu petani di seluruh Indonesia.
Menurut Listyo, hasil panen jagung tersebut mendapat apresiasi langsung dari Presiden. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), panen jagung nasional mengalami peningkatan sebesar 9 persen.
“Ini mendapatkan apresiasi langsung dari Bapak Presiden Republik Indonesia. Beberapa waktu lalu, Ibu Ketua Komisi IV juga ikut menyaksikan panen dan memberikan apresiasi,” kata Listyo.
Produksi Nasional
Listyo menambahkan, total produksi jagung nasional saat ini mencapai 16,11 juta ton. Dari jumlah tersebut, sekitar 3,5 juta ton berasal dari program yang melibatkan Polri bersama petani binaan.
Ke depan, Polri akan mendorong optimalisasi penyerapan jagung oleh Perum Bulog. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat cadangan pangan pemerintah sekaligus mempercepat terwujudnya swasembada jagung, khususnya untuk memenuhi kebutuhan peternak mandiri.
“Jika produksi jagung melebihi kebutuhan nasional, kami juga akan mendorong peluang ekspor,” tutup Listyo.
Sumber Merdeka.com
