Kepala Staf Kepresidenan RI, Muhammad Qodari, meninjau langsung kerusakan infrastruktur di Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, usai bencana banjir dan longsor yang melanda wilayah tersebut. Kunjungan ini dilakukan pada Sabtu (29/11) untuk memastikan penanganan berjalan cepat, terkoordinasi, dan sesuai kebutuhan di lapangan.
Tinjauan Infrastruktur Vital yang Rusak
Dalam kunjungan tersebut, Qodari didampingi Bupati Padang Pariaman, John Kennedy Azis. Fokus utama peninjauan berada di kawasan Jembatan Batang Anai, salah satu titik terparah akibat bencana.
Berdasarkan laporan lapangan:
- Sedikitnya 18 jembatan mengalami kerusakan
– 4 jembatan besar di aliran Sungai Batang Anai
– 14 jembatan kecil yang ambruk - 14 hingga 16 ruas jalan terputus, menyebabkan beberapa daerah sempat terisolasi dan menghambat mobilitas warga serta distribusi logistik.
Qodari menegaskan bahwa tujuan utama peninjauan adalah mendapatkan gambaran menyeluruh mengenai kerusakan, sehingga proses perbaikan dapat dilakukan secara tepat waktu dan menyeluruh.
“Semua data akan dirangkum supaya mendapatkan perhatian dan perbaikan pada waktunya,” ujarnya.
Kondisi Warga dan Dampak Sosial Ekonomi
Selain kerusakan infrastruktur, Kepala Staf Kepresidenan juga melihat langsung kondisi warga yang terdampak bencana. Laporan di lapangan menunjukkan:
- Banjir telah surut hingga 80%
- Sebagian besar warga sudah kembali ke rumah
- Proses pembersihan lingkungan dibantu oleh TNI dan Polri
- Namun, sebagian warga masih mengungsi karena rumahnya berada di area rawan atau hanyut terbawa arus
Qodari juga menyoroti dampak ekonomi, terutama akibat terputusnya Jalan Lintas Utama Lembah Anai. Banyak pelaku usaha kecil terpaksa tutup karena turunnya arus kendaraan.
“Perbaikan perlu segera, bukan hanya untuk mobilitas tetapi untuk menggerakkan kembali ekonomi masyarakat,” jelasnya.
Koordinasi Pemerintah Pusat untuk Rehabilitasi
Kepala Staf Kepresidenan memastikan seluruh temuan dan data kerusakan akan dibawa ke pemerintah pusat untuk diproses lebih lanjut. Penanganan bencana tidak hanya difokuskan di Sumatera Barat, tetapi juga mencakup wilayah lain seperti Sumatera Utara dan Aceh.
Sementara itu, Bupati Padang Pariaman John Kennedy Azis menegaskan bahwa kerusakan jembatan menjadi tantangan besar karena memutus akses utama warga. Di beberapa titik, masyarakat harus memutar hingga 20 kilometer untuk melakukan aktivitas harian.
Pemerintah daerah juga memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi.
“Insyaa Allah kebutuhan dasar terpenuhi. Yang utama adalah menyelamatkan masyarakat dan memastikan mereka tidak kekurangan makanan,” ujar Bupati.
Sumber AntaraNews.com
