BSI Perkuat Program MBG Lewat Pembiayaan Pembangunan Dapur SPPG

BSI Perkuat Program MBG Lewat Pembiayaan Pembangunan Dapur SPPG

PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) menegaskan komitmennya dalam mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan pemerintah. Dukungan tersebut diwujudkan melalui penyaluran pembiayaan segmen usaha kecil dan menengah (UKM) untuk pembangunan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang dikelola Wahdah Islamiyah.

Direktur Retail Banking BSI, Kemas Erwan Husainy, menjelaskan bahwa kolaborasi ini menjadi bagian dari komitmen BSI dalam memperkuat sektor riil melalui pembiayaan usaha yang produktif, sehat, dan berkelanjutan. Menurutnya, pembangunan dapur SPPG akan mendukung percepatan implementasi program strategis nasional dalam pemenuhan gizi masyarakat, khususnya anak dan pelajar.

Wahdah Islamiyah sendiri merupakan organisasi yang berdiri di Makassar dengan nama Yayasan Fathul Muin (YFM). Organisasi ini aktif dalam berbagai aktivitas sosial dan pendidikan, mulai dari dakwah, kesehatan, kewanitaan, hingga lingkungan hidup. Saat ini, Wahdah Islamiyah memiliki jaringan luas di 34 wilayah dan 215 pimpinan daerah serta membina lebih dari 182 PAUD, 94 SD/MI, 43 SMP, 29 SMA/SMK, 105 pondok pesantren, serta sejumlah lembaga dakwah.

Melalui kerja sama ini, BSI memberikan dukungan pembiayaan investasi untuk pembangunan dapur SPPG yang dinilai bankable dan berpotensi tumbuh berkelanjutan. Pembiayaan tersebut diharapkan membuka akses permodalan yang lebih mudah, cepat, dan sesuai prinsip syariah bagi pelaku usaha dalam ekosistem SPPG.

Sebagai bank syariah terbesar di Indonesia, BSI menargetkan kontribusi lebih besar dalam menghadirkan pembiayaan bernilai tambah yang berorientasi pada keberlanjutan, sekaligus memberi dampak sosial dan ekonomi yang luas bagi masyarakat.

Adapun pembiayaan untuk unit SPPG masuk dalam kategori ritel UKM (SME). Hingga Oktober 2025, BSI mencatat pertumbuhan positif pembiayaan ritel UMKM sebesar 5,32 persen year on year (yoy) dengan outstanding mencapai Rp52,24 triliun. Pertumbuhan ini menunjukkan tingginya minat pelaku usaha terhadap pembiayaan syariah yang inklusif dan produktif.

Sumber AntaraNews.com