Syarif tetap berjuang di Musda XI Golkar Batola meski diintervensi mundur

Syarif tetap berjuang di Musda XI Golkar Batola meski diintervensi mundur

Syarif Faisal mengaku tetap berjuang di Musyawarah Daerah (Musda) XI DPD Partai Golkar Barito Kuala (Batola) meski diintervensi mundur untuk pencalonan Ketua Golkar di Bumi Ijejela.

Syarif yang saat ini menduduki posisi Wakil Ketua DPD Partai Golkar Batola menyatakan dukungan terhadap dirinya sudah disampaikan 16 pemilik suara sah dari total 22 voters.

Namun hingga kini Musda yang awalnya dijadwalkan 7 Desember 2025 terus berubah bahkan hingga tiga kali sampai akhirnya direncanakan kembali 24 Januari 2026 mendatang.

“Kami ingin Musda bisa digelar secepatnya dan dilaksanakan sesuai AD/ART partai,” tegasnya.

Dia pun mencium adanya skenario untuk memuluskan calon tertentu agar terpilih secara aklamasi dengan langkah menghentikannya maju di Musda.

Padahal Syarif ingin Musda bisa berlangsung secara demokratis dengan menegakkan aturan di organisasi.

“Katanya calon eksternal sudah mendapatkan rekomendasi DPP, mari kita berkompetisi secara fair memperebutkan suara terbanyak,” ujarnya.

Syarif pun menyampaikan surat terbuka untuk Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia dengan harapan bisa mengambil sikap demi menjaga marwah partai yang meminta kadernya senantiasa menjaga moralitas dan berintegritas.

Sementara Wakil Ketua Bidang Media dan Penggalangan Opini DPD Golkar Batola Fachruddin membenarkan penundaan Musda terjadi beberapa kali.

Ia juga mengakui adanya pernyataan dari salah satu unsur pimpinan yang mengarah pada kemungkinan penunjukan Plt pengurus kecamatan.

Bahkan pada Pemilu 2024 lalu, Syarif mendapat suara tertinggi yaitu 5.203 suara.

Namun kursi Ketua DPRD Batola yang harusnya bisa diraih nyatanya direbut kader lain lewat cara-cara yang diakui Syarif tidak demokratis.

sumber antaranews