Optimistis 2026, PT PP Kejar Kontrak Baru Rp23,5 Triliun dan Pendapatan Rp16 Triliun

Optimistis 2026, PT PP Kejar Kontrak Baru Rp23,5 Triliun dan Pendapatan Rp16 Triliun

PT PP (Persero) Tbk (PTPP) membidik nilai kontrak baru sebesar Rp23,5 triliun serta pendapatan sekitar Rp16 triliun pada tahun 2026 mendatang. Target tersebut disiapkan seiring upaya perseroan memperkuat kinerja bisnis di tengah dinamika sektor konstruksi.

Direktur Utama PT PP (Persero) Tbk, Novel Arsyad, mengatakan target pasar perseroan tahun depan cukup realistis dengan mempertimbangkan kondisi industri dan pipeline proyek yang dimiliki perusahaan.

“Kalau tahun depan target pasar kita Rp23,5 triliun. Revenue-nya kurang lebih mungkin sekitar Rp16 triliun,” ujar Novel dalam konferensi pers usai Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) di Jakarta, Kamis (18/12).

Terkait target laba pada 2026, Novel menyebut manajemen masih melakukan evaluasi lebih lanjut. Menurutnya, perusahaan akan mencermati berbagai faktor sebelum menetapkan proyeksi laba secara resmi.

“Kalau laba ini masih dievaluasi. Kita evaluasi dulu,” ungkapnya.

Sementara itu, untuk realisasi kontrak baru tahun 2025, Novel mengakui perseroan masih berupaya menyelesaikan proses hingga akhir tahun. Namun, ia memperkirakan capaian kontrak tahun ini sedikit berada di bawah target yang telah ditetapkan.

“Kita masih berupaya sampai dengan akhir tahun walaupun tinggal beberapa hari. Tapi memang ada yang masih menunggu pengumuman pemenang, ada juga proyek yang bergeser,” tuturnya.

Meski demikian, Novel optimistis capaian kontrak baru PTPP pada 2025 tetap berada pada level yang cukup baik. Ia memperkirakan realisasi mencapai sekitar 90 hingga 92 persen dari target awal.

“Perkiraannya sekitar 90-an persen atau 92 persen dari rencana. Insyaallah bisa kita capai di akhir tahun ini,” kata Novel.

Raih Kontrak Rp15,28 Triliun hingga Agustus 2025

Sebelumnya, PT PP (Persero) Tbk telah membukukan perolehan kontrak baru senilai Rp15,28 triliun hingga Agustus 2025. Nilai tersebut meningkat 29,6 persen atau setara Rp3,49 triliun dibandingkan capaian pada Juli 2025.

Corporate Secretary PTPP, Joko Raharjo, menyampaikan peningkatan ini mencerminkan strategi optimalisasi yang dijalankan manajemen dalam memanfaatkan peluang di tengah tantangan pasar.

“Kami terus menjaga momentum pertumbuhan melalui seleksi proyek yang berkualitas, penguatan sinergi dengan pemangku kepentingan, serta penerapan manajemen risiko yang terukur,” ujar Joko.

Berdasarkan sumber pendanaan, perolehan kontrak baru PTPP didominasi proyek BUMN sebesar 51,2 persen, diikuti swasta 31 persen, dan pemerintah 17,8 persen.

Segmentasi Proyek

Dari sisi segmentasi, kontribusi terbesar berasal dari sektor pertambangan sebesar 19,5 persen. Selanjutnya, sektor gedung menyumbang 17,81 persen, pembangkit listrik (power plant) 17,56 persen, serta jalan dan jembatan 15,81 persen.

Selain itu, proyek pelabuhan berkontribusi 15,26 persen, minyak dan gas 5,39 persen, irigasi 4,63 persen, bendungan 1,78 persen, bandara 1,40 persen, dan sektor industri 0,85 persen.

Dengan capaian tersebut, perolehan kontrak PTPP hingga Agustus 2025 telah mencapai 53,6 persen dari target akhir tahun 2025.

Sumber Merdeka.com