Kasus perundungan di lingkungan pendidikan kembali memakan korban jiwa. Seorang siswa SMP di Tangerang Selatan berinisial MH (13) meninggal dunia setelah sepekan dirawat di rumah sakit akibat luka fisik dan trauma serius yang dialaminya.
Menanggapi kasus tersebut, Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, mendesak seluruh sekolah di Indonesia segera membentuk Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK) sebagaimana diatur dalam Permendikbudristek Nomor 46 Tahun 2023.
“Tim ini harus dilengkapi mekanisme pelaporan yang cepat dan transparan, serta melibatkan psikolog dan konselor untuk mendukung korban maupun upaya pencegahan. Pemerintah juga harus menyediakan anggaran khusus bagi pelatihan guru agar mampu mendeteksi dini tanda kekerasan,” tegas Hetifah, Selasa (18/11/2025).
Hetifah menilai implementasi regulasi TPPK masih belum merata di sekolah-sekolah. Ia meminta pemerintah dan satuan pendidikan segera memperkuat budaya sekolah yang inklusif, dialogis, dan berorientasi pencegahan.
“Sekolah harus menjadi tempat aman bagi peserta didik untuk menyampaikan keluhan, mendapatkan perlindungan, dan menerima pembinaan jika melakukan pelanggaran,” tambahnya.
Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfani, juga menyampaikan hal serupa. Ia menegaskan bahwa sekolah seharusnya menjadi ruang aman bagi tumbuh kembang anak.
“Setiap kekerasan yang terjadi di sekolah harus dipandang sebagai kondisi yang membutuhkan penanganan serius dari sekolah, orang tua, hingga pemerintah,” ujar Lalu.
Menurutnya, Permendikbudristek 46/2023 telah menyediakan kerangka lengkap mulai dari pencegahan, deteksi dini, hingga penanganan kasus. Karena itu, implementasinya harus segera dipercepat.
“Penguatan kapasitas guru, aktivasi satgas PPKSP, dan penyediaan layanan konseling atau psikolog pendidikan merupakan langkah mendesak agar sekolah benar-benar siap mencegah dan menangani kekerasan,” ujarnya.
Selain kasus di Tangerang Selatan, sejumlah peristiwa bullying juga terungkap di berbagai daerah. Di Blora, Jawa Tengah, 33 siswa SMP menjalani pembinaan di Polres akibat dugaan perundungan. Kasus serupa juga terjadi pada siswa SD di Probolinggo serta siswi SMP di Kota Malang.
Presiden Prabowo Subianto sebelumnya telah meminta kementerian dan lembaga terkait untuk mengambil langkah cepat agar kasus perundungan di sekolah dapat ditangani dan dicegah secara serius.
Detik.com
