JAKARTA – Tiga mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta mengembangkan AVENTION, sebuah inovasi digital berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk mendeteksi, melindungi, dan memulihkan masyarakat dari dampak judi online. Tim pengembangnya terdiri atas Muhammad Aprizal, Ibni Nur Hilma, dan Riki.
Baru-baru ini, tim menggelar sosialisasi dan bimbingan penggunaan AVENTION kepada peserta. Kegiatan berlangsung interaktif, mulai dari penyampaian materi, pengenalan konsep, demonstrasi fitur, bimbingan penggunaan, hingga diskusi. Tim juga mengukur pemahaman peserta sebelum dan sesudah kegiatan.
Dalam kegiatan itu, peserta diajak memahami dampak judi online dari sisi perilaku, psikologis, sosial, dan ekonomi. Mereka juga diperkenalkan pada pendekatan utama AVENTION, yakni Detect → Protect → Recover → Connect → Transform.
Ekosistem digital
AVENTION dirancang sebagai ekosistem digital yang memadukan teknologi AI dengan berbagai fitur. Fitur tersebut meliputi deteksi situs web berisiko, perlindungan digital, aktivitas pemulihan, pendampingan, dan pemantauan perkembangan pengguna. Selain itu, tersedia dukungan sosial, pemetaan potensi diri, serta pengembangan keterampilan dan aktivitas produktif.
Menurut tim, kegiatan sosialisasi ini merupakan bagian dari tahap Demonstration dan Evaluation dalam Design Science Research Methodology (DSRM). Dari tahap tersebut, tim memperoleh masukan awal mengenai pemahaman, penerimaan, kemudahan penggunaan, dan potensi manfaat AVENTION sebagai bahan penyempurnaan produk.
Tim menegaskan, kegiatan itu tidak dimaksudkan untuk mengukur efektivitas pemulihan individu yang terdampak judi online. Kegiatan tersebut merupakan evaluasi awal terhadap inovasi yang dikembangkan.
“Melalui AVENTION, kami ingin menghadirkan pendekatan yang tidak hanya berfokus pada pencegahan akses terhadap judi online, tetapi juga mendorong perubahan menuju kebiasaan, keterampilan, dan arah kehidupan yang lebih positif,” ujar tim pengembang AVENTION.
Bukan pengganti layanan profesional
Tim juga menekankan bahwa AVENTION dikembangkan sebagai sarana pendukung, bukan pengganti diagnosis, terapi, maupun layanan profesional.
Dengan tagline “Hentikan Siklusnya. Mulai Transformasinya.”, AVENTION diharapkan dapat memperkuat pemahaman masyarakat tentang risiko judi online. Inovasi ini juga diharapkan mendorong lahirnya solusi digital yang lebih preventif, adaptif, dan berorientasi pada pemulihan.
